Review Komik Isshiki-san wa Koi wo Shiritai

review-komik-isshiki-san-wa-koi-wo-shiritai

Review Komik Isshiki-san wa Koi wo Shiritai. Akhir November 2025, komik Isshiki-san wa Koi wo Shiritai kembali jadi sorotan setelah pengumuman adaptasi animenya yang dijadwalkan rilis musim semi mendatang. Serial romansa ringan karya Ayune Araragi ini, yang sudah tembus sembilan volume sejak direlaunch tahun 2020, terus menarik pembaca dengan cerita gadis polisi jenius yang penasaran dengan rasa cinta. Berlatar di Jepang modern, komik ini campur elemen slice-of-life dan romcom, di mana tokoh utama belajar pacaran sambil menjaga citra pekerja kerasnya. Dengan rating rata-rata 7,8 di kalangan penggemar, ini jadi pilihan pas buat yang suka cerita manis tanpa drama berat. BERITA TERKINI

Ringkasan Cerita yang Hangat: Review Komik Isshiki-san wa Koi wo Shiritai

Cerita berpusat pada Rinna Miliford Isshiki, inspektur polisi berjuluk “Rinna Wajah Baja” karena sikap tegas dan dedikasinya yang tak tergoyahkan. Suatu hari, Rinna mulai kehilangan fokus di tempat kerja, sadar bahwa ia belum pernah merasakan cinta romantis sama sekali. Untuk mengatasi rasa penasaran itu, ia setuju pacaran pura-pura dengan seseorang dari luar lingkungan kerjanya. Apa yang dimulai sebagai eksperimen sederhana perlahan berubah jadi petualangan emosional, di mana Rinna belajar tentang tanggalan, sentuhan kecil, dan perasaan yang tak terduga. Hingga volume kesembilan, cerita sudah masuk fase di mana hubungan mereka mulai terasa nyata, dengan tambahan kasus polisi ringan yang bikin plot tetap segar. Ini bukan romansa kilat; ia lambat tapi manis, seperti belajar naik sepeda sambil pegangan tangan.

Karakter yang Bikin Ikut Jatuh Cinta: Review Komik Isshiki-san wa Koi wo Shiritai

Rinna Isshiki adalah bintang utama yang langsung mencuri hati: pintar, dingin di luar tapi polos soal hati. Julukannya “Wajah Baja” kontras banget dengan sisi rentannya saat mencoba flirting atau cemburu kecil-kecilan. Pasangannya, yang berperan sebagai “pacar pura-pura”, jadi katalisator sempurna—sabar, humoris, dan selalu dorong Rinna keluar dari zona nyamannya. Karakter pendukung seperti rekan polisi Rinna menambah warna: ada yang curiga dengan perubahan sikapnya, ada yang jadi wingman tak sengaja. Semua tokoh punya arc kecil yang relatable, seperti bagaimana teman Rinna juga bergulat dengan isu romansa mereka sendiri. Hasilnya, pembaca sering bilang komik ini seperti ngobrol sama sahabat tentang cinta pertama.

Seni dan Alur yang Nyaman Dibaca

Gaya gambar Ayune Araragi sederhana tapi ekspresif: garis halus untuk momen romantis, panel dinamis saat Rinna kejar penjahat, dan close-up wajah yang bikin emosi terasa dekat. Latar belakang kota Jepang digambar detail tapi tak berlebih, fokus utama tetap pada interaksi karakter. Alurnya santai, dengan chapter pendek yang cocok dibaca sambil ngopi—setiap volume tutup dengan cliffhanger manis yang bikin penasaran tapi tak bikin stres. Kritik kecil mungkin pada pacing awal yang lambat, tapi itu justru bikin pembaca lebih investasi. Secara keseluruhan, seni ini dukung tema komik: cinta itu proses, bukan ledakan.

Kesimpulan

Isshiki-san wa Koi wo Shiritai adalah romansa yang lembut tapi ngena, mengajak pembaca ikut belajar soal cinta sambil tersenyum. Dengan Rinna sebagai pahlawan polos yang relatable, plot hangat, dan seni yang pas, serial ini layak jadi teman baca akhir pekan. Di akhir 2025, saat adaptasi anime diumumkan, komik ini ingatkan: kadang, yang paling susah dipelajari justru yang paling indah. Kalau lagi cari cerita ringan yang bikin hati adem, mulai dari volume satu—kau mungkin ikut penasaran seperti Rinna.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *