Review Komik Blue Lock

review-komik-blue-lock

Review Komik Blue Lock. Blue Lock tetap jadi raja manga olahraga sejak debutnya tahun 2018. Hingga akhir 2025, serial karya Muneyuki Kaneshiro dan Yusuke Nomura ini sudah terjual lebih dari 40 juta kopi, masuk arc terpanas Neo Egoist League, dan animenya season kedua baru saja tamat dengan rating tertinggi sepanjang masa. Bukan lagi manga bola biasa, Blue Lock adalah survival psikologis yang memaksa pembaca bertanya: seberapa jauh kamu rela membuang sportivitas demi jadi nomor satu? REVIEW FILM

Premis Gila yang Mengubah Cara Kita Lihat Sepak Bola: Review Komik Blue Lock

Setelah Jepang tersingkir di Piala Dunia 2018, federasi sepak bola Jepang membangun fasilitas penjara bernama Blue Lock. 300 penyerang muda terbaik dipaksa bertanding satu sama lain, yang kalah akan kehilangan hak mewakili Jepang selamanya. Hanya satu orang yang akan jadi striker utama timnas, sisanya dibuang. Konsep “egoisme absolut” ini langsung memisahkan Blue Lock dari semua manga bola lain yang biasanya mengagungkan kerja sama tim. Hasilnya? Pertandingan yang lebih mirip perang psikologis daripada sepak bola biasa.

Karakter yang Terlalu Banyak tapi Semuanya Ikonik: Review Komik Blue Lock

Isagi Yoichi sebagai protagonis memang jadi pusat cerita, tapi kekuatan terbesar Blue Lock justru di rival-rivalnya yang gila:

  • Bachira dengan “monster” dalam dirinya
  • Barou yang menganggap dirinya raja
  • Nagi si jenius malas
  • Rin Itoshi yang dingin tapi paling berbakat
  • Shidou yang benar-benar psikopat Setiap karakter punya “senjata” unik (metavision, flow, spatial awareness, predator eye) yang terus berevolusi. Bahkan karakter sampingan yang awalnya cuma lelet beberapa chapter kemudian bisa comeback dengan glow-up luar biasa. Di arc NEL sekarang, hampir semua pemain top 11 sudah punya backstory yang bikin pembaca ikut emosi.

Pertarungan Psikologis yang Lebih Seru dari Gol Sendiri

Di Blue Lock, gol memang penting, tapi yang bikin jantungan adalah duel otak antar egois. Adegan Isagi membaca pergerakan lawan, memprediksi 4–5 langkah ke depan, lalu menghancurkan mental lawan sebelum mencetak gol, selalu jadi puncak tiap chapter. Panel-panel close-up mata, keringat, dan ekspresi wajah digambar sangat detail sehingga pembaca merasa ikut berdiri di lapangan. Pacing arc Neo Egoist League tahun 2025 ini bahkan lebih cepat dan brutal, tiap minggu ada satu karakter yang “bangun” atau “hancur” total.

Seni dan Produksi yang Semakin Gila

Gaya gambar Yusuke Nomura terus naik level. Panel pertandingan penuh garis kecepatan, efek metalik, dan sudut kamera dramatis layaknya film action. Spread dua halaman saat gol sering bikin orang takjub, terutama saat Isagi melakukan “two-gun volley” atau Rin menembakkan “puppet-master shot”. Warna cover volume terbaru juga semakin tajam, membuat rak buku langsung penuh gaya.

Kesimpulan

Blue Lock bukan manga untuk yang suka sepak bola “indah” ala Captain Tsubasa. Ini manga untuk yang ingin lihat bagaimana ego manusia diuji sampai titik patah, lalu bangkit jadi monster. Dengan cerita yang terus meningkat intensitasnya di 2025, karakter yang tak pernah membosankan, dan pertandingan yang bikin deg-degan lebih dari pertandingan sungguhan, Blue Lock layak dapat rating 9,5/10. Kalau kamu belum mulai, siap-siap begadang, karena begitu masuk Blue Lock, kamu tidak akan bisa keluar lagi sampai ada satu striker yang berdiri di puncak dunia.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *