Review Komik Ao Haru Ride

Review Komik Ao Haru Ride

Review Komik Ao Haru Ride. Ao Haru Ride, atau Blue Spring Ride, mengikuti Futaba Yoshioka, gadis SMA yang berusaha menekan sisi dirinya yang dulu populer di kalangan cowok untuk diterima teman perempuan. Cerita berubah saat ia bertemu kembali Kou Mabuchi, cinta pertama dari masa SMP yang kini berubah dingin dan misterius. Manga ini mengeksplorasi tema penyesalan masa lalu, pertumbuhan diri, serta dinamika cinta remaja dengan cara yang realistis dan emosional. Tamat sejak 2015 dengan 13 volume, Ao Haru Ride tetap relevan karena tidak mengandalkan trope klise; ia fokus pada konflik internal dan hubungan yang terasa nyata. Banyak pembaca mengaku cerita ini seperti cermin masa muda mereka, penuh kegembiraan kecil dan luka halus yang tak terhindarkan. BERITA OLAHRAGA

Karakter yang Relatable dan Penuh Lapisan: Review Komik Ao Haru Ride

Futaba adalah protagonis shojo yang segar karena ia bukan gadis sempurna—ia egois, tidak aman, dan sering membuat kesalahan karena ingin diterima. Perkembangannya dari gadis yang “pura-pura” menjadi seseorang yang berani menghadapi masa lalu terasa autentik, terutama saat ia bergulat dengan perasaan lama terhadap Kou. Kou sendiri bukan tipe cowok idola biasa; ia dingin di permukaan karena trauma keluarga, tapi lapisan kerapuhannya membuatnya relatable sebagai remaja yang berjuang sembunyikan luka. Karakter pendukung seperti Yuri, Aya, dan Shinagawa menambah kedalaman dengan cerita mereka sendiri tentang persahabatan dan cinta tak berbalas, tanpa mencuri sorotan utama. Sakisaka pandai menggambarkan dinamika remaja: Futaba yang gugup saat berbicara dengan Kou, atau momen canggung saat teman-teman saling curi-curi pandang. Interaksi ini penuh nuansa emosi, membuat pembaca ikut merasakan kegelisahan dan kehangatan hubungan mereka.

Alur Cerita yang Lambat tapi Emosional: Review Komik Ao Haru Ride

Alur Ao Haru Ride bergerak lambat, fokus pada momen-momen kecil seperti obrolan di kelas atau festival sekolah, tapi justru itulah yang membuatnya kuat. Cerita tidak terburu-buru ke confession; sebaliknya, ia menyelami proses Futaba merefleksikan kesalahan masa SMP, di mana popularitasnya justru membuatnya kesepian di kalangan perempuan. Konflik muncul secara alami: Kou yang berubah membuat Futaba ragu, sementara persahabatan barunya diuji oleh rahasia masa lalu. Ada drama seperti cinta segitiga ringan dan penyesalan, tapi semuanya diselesaikan dengan komunikasi jujur daripada plot twist berlebihan. Arc sekolah musim panas atau perjalanan kelas menjadi puncak emosional, di mana karakter belajar melepaskan beban lama. Pendekatan ini membuat pembaca merasa terlibat dalam perjalanan mereka, bukan sekadar menyaksikan dari jauh.

Pesan Positif tentang Masa Muda dan Cinta

Ao Haru Ride unggul dalam menyampaikan pesan bahwa masa muda penuh kesalahan, tapi itulah yang membentuk kita menjadi lebih baik. Futaba belajar bahwa menyembunyikan diri justru memperburuk kesepian, sementara Kou mengajarkan bahwa luka masa lalu harus dihadapi, bukan dihindari. Manga ini menekankan nilai persahabatan perempuan yang solid, di mana Yuri dan Aya mendukung Futaba tanpa iri hati toksik. Tema cinta pertama digambarkan sebagai perjalanan rumit—penuh kerinduan, salah paham, dan pertumbuhan—bukan dongeng instan. Visual Sakisaka yang lembut dengan garis halus dan ekspresi wajah detail memperkuat emosi, membuat adegan hujan atau senyum malu-malu terasa hidup. Meski ada kritik soal pacing lambat di tengah, pesan optimisnya tetap menyentuh, terutama bagi pembaca yang pernah merasakan “apa jadinya jika bertemu lagi dengan orang itu”.

Kesimpulan

Ao Haru Ride adalah shojo yang berhasil menggambarkan masa muda dengan kejujuran yang menyentuh hati, di mana cinta bukan akhir bahagia instan, tapi proses belajar saling memahami. Karakter relatable, alur emosional, dan pesan tentang pertumbuhan membuatnya tetap segar meski sudah lama tamat. Bagi penggemar romance remaja yang ingin cerita manis tapi realistis, manga ini wajib dibaca—ia seperti pelukan hangat untuk hati yang pernah patah karena hal-hal kecil. Di era sekarang, di mana shojo sering penuh trope berat, Ao Haru Ride mengingatkan bahwa cerita sederhana tentang keberanian mencinta bisa jadi yang paling berkesan. Jika belum mencoba, ambil volume pertama dan biarkan Futaba membawa Anda naik “blue spring ride” yang penuh warna.

BACA SELENGKAPNYA Di…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *