Review Komik Jujutsu Kaisen

review-komik-jujutsu-kaisen

Review Komik Jujutsu Kaisen. Oktober 2025, tepat setahun setelah Jujutsu Kaisen tamat di chapter 271, manga karya Gege Akutami ini masih jadi topik panas di kalangan fans global, terutama dengan rilis spin-off Jujutsu Kaisen Modulo yang lagi bikin heboh di Weekly Shonen Jump. Dari anniversary post di X yang nostalgia ending tragis Yuji Itadori hingga teaser chapter 6 Modulo yang janjikan twist Sukuna alien, seri ini bukti betapa kuatnya dampaknya—jual jutaan kopi, inspirasi anime MAPPA season 2, dan diskusi sengit soal ending “confusing tapi hopeful”. Di era di mana shonen lagi berevolusi, Jujutsu Kaisen beda: campur gore intens, humor gelap, dan kritik masyarakat yang bikin pembaca mikir ulang soal kekuatan dan kemanusiaan. Artikel ini review manga utama, dari plot sampe plus-minusnya, biar Anda paham kenapa seri ini tetep wajib dibaca meski udah tamat. MAKNA LAGU

Ringkasan dari Komik Ini: Review Komik Jujutsu Kaisen

Jujutsu Kaisen ceritanya pusat di Yuji Itadori, siswa SMA atletis yang telan jari Sukuna—raja curse kuno—untuk selamatin teman dari serangan roh jahat, bikin dia jadi vessel utama Sukuna. Gabung Jujutsu High sebagai sorcerer di bawah Satoru Gojo—guru overpower yang santai— Yuji urus tim bareng Megumi Fushiguro (pengguna shikigami) dan Nobara Kugisaki (nail master cewek tangguh), sambil lawan curse yang lahir dari emosi negatif manusia. Saga utama bagi lima arc besar: Fearsome Womb arc perkenalin dunia jujutsu, Kyoto Goodwill Event arc tambah rivalitas antar sekolah, Death Painting arc gali asal Sukuna, Shibuya Incident arc klimaks dengan insiden massal curse, sampe Culling Game dan Shinjuku Showdown arc yang bikin seri ini tamat di chapter 271 September 2024.

Power system-nya unik: cursed energy dari rasa takut, domain expansion kayak ultimate move, dan reverse cursed technique buat healing. Karakter kunci seperti Gojo (limitless eyes), Geto (monkey king), dan Mahito (soul manipulator) bikin konflik pribadi campur epik, di mana Yuji belajar soal kematian, persahabatan, dan tanggung jawab. Endingnya bittersweet: Yuji kalahin Sukuna tapi bayar mahal, tinggalin dunia yang lebih aman tapi penuh luka, dengan Gojo ungkap mimpi masa depan yang penuh harapan. Total 271 chapter, manga ini loncat dari slice-of-life SMA ke perang total, dengan spin-off Modulo 2025 yang ubah setting ke dunia tanpa special grade sorcerer, janjikan power system baru.

Kenapa Komik Ini Sangat Untuk Dibaca: Review Komik Jujutsu Kaisen

Jujutsu Kaisen wajib dibaca karena Akutami ubah shonen jadi sesuatu yang lebih matang dan unpredictable, tanpa kehilangan esensi fun-nya. Visualnya tajam—panel fight dinamis bikin adrenalin naik, sementara ekspresi karakter seperti muka Gojo yang cuek pas domain clash bikin ngakak di tengah gore. Di 2025, dengan chapter Modulo 5 yang recap power system tanpa special grades, seri ini cocok buat fans yang haus inovasi; Yuji bukan hero klasik ala Naruto, tapi anak muda yang hadapi trauma nyata, relatable banget di era mental health awareness.

Pacing-nya brutal: arc Shibuya kayak film thriller, tanpa filler bertele-tele, ideal buat binge-read seminggu. Di X, opini terkini sebut ending chapter 271 “confusing tapi makes sense”, dengan dream fan soal anime credits roll yang tambah closure emosional. Inspirasi dari Bleach dan Hunter x Hunter, tapi Akutami tambah twist cursed energy yang kritik masyarakat—curse lahir dari takut, mirip isu sosial kayak diskriminasi atau pandemi. Buat pemula, mulai Viz Media digital gratis sampe chapter 10; buat veteran, ini obat haus plot twist kayak Sukuna takeover. Singkatnya, Jujutsu Kaisen bukan cuma aksi—ia cerita soal bertahan hidup, pas buat Oktober yang lagi hujan dan pengen curl up dengan manga intens.

Sisi Positif dan Negatif dari Komik Ini

Sisi positif Jujutsu Kaisen kuat: world-building Akutami yang detail bikin universe-nya hidup—dari Tokyo Jujutsu High sampe curse folklore Jepang—sambil karakter arc-nya mendalam; Megumi dari cuek jadi penuh tekad, Nobara dari tomboy jadi simbol ketangguhan cewek. Fight choreography-nya epik, kayak Gojo vs Sukuna yang ubah standar shonen, plus tema kematian dan pengorbanan bikin dewasa tanpa pretensius. Di 2025, review Modulo sebut seri original “intense tapi nggak untuk semua”, tapi justru itu kekuatannya: gore dan manipulasi emosional seimbang humor, rating MAL 8.6+ karena twist kayak April Fools chapter. Dampak budaya? Inspirasi JJK anime, Chainsaw Man, sampe Dandadan, plus diskusi X soal Megumi slander yang bikin komunitas solid.

Tapi, negatifnya ada: pacing akhir Culling Game arc terasa rushed, bikin karakter side seperti Hakari underutilized, sementara ending chapter 271 “reveal” Sukuna terlalu ambigu buat sebagian fans. Gore berlebih dan tema abuse bisa trigger, terutama buat pembaca muda, sementara transisi ke Modulo 2025 bikin original terasa incomplete—fans X bilang “sequel changes everything” tapi malah bingungin lore. Di Reddit, opini sebut “not a good ending” karena kurang closure, meski subjektif. Intinya, plusnya dari ambisi besar, minusnya dari ekspektasi tinggi—Akutami ambil risiko, tapi kadang overstretch.

Kesimpulan

Jujutsu Kaisen di 2025 tetep raja shonen yang berani, dengan ringkasan saga penuh curse dan sorcerer dari Yuji ke spin-off Modulo, alasan dibaca lewat visual tajam dan tema dalam, plus keseimbangan positif inovasi dan negatif pacing rushed yang bikin debat seru. Akutami bukti manga bisa campur darah, tawa, dan filosofi tanpa klise, meski endingnya bikin mikir. Buat yang belum, mulai sekarang—siapa tahu chapter Modulo 6 bawa ledakan baru. Di akhir, Jujutsu Kaisen ingatkan: kekuatan bukan segalanya, tapi cara pakainya yang tentuin nasib. Selamat membaca, dan jangan lupa exorcise curse harianmu.

 

BACA SELENGKAPNYA DI..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *