Review Komik Eleceed. Di akhir 2025, “Eleceed” masih bertengger nyaman di peringkat atas manhwa action-comedy yang paling konsisten. Sudah lebih dari 330 chapter, tapi ceritanya tetap segar seperti chapter pertama: anak SMA biasa bernama Jiwoo yang ternyata punya kecepatan super, bertemu kucing misterius yang sebenarnya adalah awakened being level dewa bernama Kayden. Kombinasi “manusia + kucing OP” ini terdengar konyol di kertas, tapi eksekusinya begitu mulus sampai bikin pembaca lupa waktu. Di tahun ini, arc baru yang melibatkan organisasi dunia awakened semakin panas, dan komik ini masih jadi comfort read bagi yang suka aksi keren, humor ringan, dan found family. BERITA VOLI
Dunia dan Sistem Kekuatan yang Rapi: Review Komik Eleceed
Dunia Eleceed dibangun sederhana tapi solid: ada orang-orang yang “awakened” dengan kemampuan unik, tapi kekuatan mereka tidak seenaknya. Ada ranking global, akademi khusus, dan organisasi yang mengawasi. Jiwoo punya force control yang fokus pada kecepatan ekstrem, sedangkan Kayden adalah monster sejati yang bahkan di kalangan top 10 dunia masih ditakuti. Yang bikin sistem ini enak: tidak ada power-up tiba-tiba yang ngawur. Setiap peningkatan Jiwoo diperlihatkan lewat latihan keras bareng Kayden, lengkap dengan sesi “kucing ngomel” yang lucu. Sampai chapter terbaru, muncul ancaman baru dari faksi yang ingin merekrut atau membunuh Jiwoo, bikin taruhan terasa lebih tinggi tanpa kehilangan vibe santai khas komik ini.
Karakter yang Bikin Betah: Review Komik Eleceed
Jiwoo adalah prototipe shounen hero yang baik hati sampai kadang naif, tapi justru itu yang bikin dia disukai semua orang di cerita—dan pembaca. Kayden, si kucing sombong yang terjebak di tubuh kucing gemuk, adalah sumber komedi utama: galak, narsis, tapi sebenarnya super protektif. Chemistry mereka seperti guru galak dan murid polos yang tak bisa ditinggal. Side character juga tak kalah kuat:
- Kartu as akademi yang cool tapi punya trauma
- Adik angkat Jiwoo yang overprotektif
- Para rival yang awalnya jahat tapi pelan-pelan jadi teman Semua punya momen mereka sendiri, jarang ada yang terasa filler. Bahkan kucing-kucing lain yang muncul belakangan punya personality yang bikin ketawa.
Seni dan Aksi yang Selalu Naik Kelas
Gaya gambarnya bersih, ekspresi wajah super hidup, dan yang paling penting: panel aksi-nya luar biasa. Efek kecepatan Jiwoo digambar dengan garis-garis minimalis tapi terasa kencang banget, sedangkan serangan Kayden penuh detail listrik dan gravitasi yang bikin merinding. Tiap ada fight besar, pembaca langsung hype karena tahu pasti bakal ada spread page epik. Warna cover mingguan juga selalu cantik, sering jadi wallpaper resmi banyak orang. Update tetap rutin setiap minggu tanpa hiatus panjang, salah satu nilai jual terbesar di era manhwa yang sering ngaret.
Kekurangan yang Masih Ada
Meski bagus, ada keluhan klasik: pacing kadang terlalu lambat di arc akademi, terlalu banyak chapter turnamen atau latihan sebelum fight besar. Beberapa pembaca juga merasa Kayden terlalu OP sehingga ancaman terasa kurang menggigit. Tapi secara keseluruhan, kekurangan ini tertutup oleh humor dan hubungan antar karakter yang terus berkembang.
Kesimpulan
“Eleceed” adalah paket lengkap: aksi yang memuaskan, komedi yang pas, dan ikatan emosional yang pelan-pelan tumbuh. Di 2025, saat banyak manhwa action mulai kehabisan bensin, komik ini masih lari kencang tanpa tanda-tanda capek. Kalau kamu lagi cari sesuatu yang bisa bikin senyum, deg-degan, dan terharu dalam satu chapter, langsung masuk ke dunia Jiwoo dan si kucing narsis itu. Dijamin susah berhenti sebelum ketiduran sambil pegang ponsel. Manhwa terbaik buat hari-hari yang butuh mood booster.